Kamis, 18 Oktober 2012

cerita singkat

Menangis

Pagi-pagi aku melihat cintaku (baca istriku) menitikan air-mata, aku sedih kenapa istriku menangis, apakah tadi pagi karena aku berbicara agak kasar karenan anakku rewel berangkat kesekolah, atau ada hal yang lain, sejuta praduga bergayut dipikirannku, oh tuhan apakah aku menyakiti perasaan ibu dari anak-anaku, padahal selama ini aku perasaanku belum memberikan kebahagiaan padanya, aku lagi sibuk mengurus surat rumah ketempat pak RT, belum sempat bertanya, apa gerangan?
Kembali dari rumah pak RT, aku mendekati istriku yang sedang duduk di kursi plastik dekat ranjang, tangannya sekali-kali meremas sprey motif kembang warna ungu, ada apa bunda, kenapa bersedih? jemarinya menyeka air-mata, kemudian dengan lirih ia berkata:
“Ayah, aku sedih ingat teteh di Mekkah, setelah melihat kalender di hape ini, sekarang tanggal 3 ya, dan tanggal 17 nanti Hari Raya Idul Adha, berarti siteteh lagi ukuf di Padang Arafah, aku kok tersentuh ingin pergi kesana”
“Bund,,itu hidayah Allah, bersyukurlah semoga siteteh mendoakan kita disana, itu juga berkah hubungan kita selama ini berjalan baik moga dibawah ridho Allah.kita sudah membina hubungan sama siteteh bukan saja hubungan bisnis saja tapi hubungan persahabatan, ya sehingga Allah menguatkan hubungan bathin siteteh dengan kita”
Jawabanku membuat cintaku tertegun sejenak, ia terus bercerita tentang siteteh, aku mendengarkan sambil sekali-kali tersenyum mendengar cerita istriku,sebenarnya siteteh belum setahun kita kenal, namun hubungan kami cukup baik, seakan sudah lama, awalnya disaat istriku mencari barang , sudah lama siteteh mendengar kami yang dagang di Tanah Abang, namun belum jodoh untuk ketemu. Tiba-tiba siteteh memanggil istriku “ini bu Azzahro ya?” memang panggilan azzahro sangat melekat pada istriku, karena nama toko MR>Azzahro ,padahal nama azzahro sendiri nama dari anak-anakku.
“iya ada apa teh?” jawab istriku, “ini ada barang baru” siteteh mengeluarkan gamis dan blus yang dibikin, semenjak itu terjadi hubungan dagang dengan siteteh.sampai-sampai kami minta tolong untuk membuatkan barang untuk uusaha kami.
Awalnya istri saya kurang berminat untuk pergi haji ke mekah, dalam keadaan ekonomi sulit, aku sering promosi, jika nanti Allah swt memberikan rizki, sebaiknya pergi ke baitullah kita utamakan, kesempatan hanya sekali, namun istriku belum terbayang untuk itu, lebih utama rumah tempat tinggal dan pendidikan anak. ditambah lagi secara mentalitas ia belum siap, namun dengan beberapa butiran air mata, yang jatuh dipipi cintaku, membuat aku terharu, ternyata sekarang bathinnya lebih kuat untuk menunaikan ibadah haji, ketimbang aku sendiri. semoga Allah memudahkan jalan itu bagi kami. kadang kami sering terbuai oleh cerita-cerita teman-teman yang sudah kembali dari sana, seakan kerinduan untuk bertemu dengan robbku, makin kuat, ka’bah, bukit safa, Marwa dan makam nabi di Madinah, seakan perjuangan yang bergelimang kenikmatan.
Siang harinya, aku agak siang datang ketoko karena ada keperluan dengan rt, istriku bercerita kalau siteteh tadi menelpon dari mekkah, bahwa ia kangen dan pingin dengar kabarnya kita, ia memang pingin kita menelpon kesana, tapi pertimbangan biaya telpon cukup tinggi, kami lebih sering menelpon keluarganya menanyakan kabar teteh di Mekkah, setiap menghubungi keluarganya selalu siteth kirim salam buat kami. Moga saja siteteh mendoakan kami disana untuk terpanggil diizinkan Allah hijjulbaitullah. Ternyata memang tangisan cintaku dan bathin siteteh sangat kuat,Alhamdulillah ternyata sangat mengetahui apa-apa yang tersirat dihati kami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar